Friday, September 12, 2014

The Best Kind of Work

“It’s impossible for us to find a perfect spouse if we model him or her toward someone, atau toward our own sets of criteria. The world just doesn’t work that way. We’re not God yang bisa bikin orang yang sempurna, sesuai dengan semua yang kita mau. But we can try to find someone that just works. That when you and that someone are together, you both just work. Despite all the hiccups and each other’s shortcomings and imperfections and flaws. Banyak yang mau gue ubah, sama seperti banyak dari gue yang pasti dia juga mau ubah. Countless. Banyak banget. Tapi terus, mau nunggu kami bisa mengubah each other dulu according to our ideal mindset baru bisa nerima? Nggak, kan? Terus, kalau emang kami berdua berubah sesuai yang diinginkan masing-masing, are we still the same person we both fall in love with? Jadi stop trying to find the perfect spouse according to your own ideal. Just find someone who just works with you. That’s all that matters. Relationship is work. I learned this the hard way. You should love someone in spite of, not because of.”
—Ika Natassa, Twivortiare

Setelah sekian lama menjalani The Journey of Finding the One, akhirnya baru sadar 1 hal: relationship is a teamwork. Butuh 2 orang yang sama-sama mau untuk bekerja menjalankan suatu hubungan, karena hubungan itu usaha.
Hubungan itu kerja keras.
Chance buat nemuin orang yang nyentang semua kriteria yang udah kita buat tuh 1 in a million ya. Atau dengan kata lain, nggak mungkin. There will always be things you don't like about your partner. Itu bisa dipastiin. Dan sama, buat dia kitapun begitu.
Relationship is about re-adjusting our standards. Memaklumi kekurangan pasangan, walaupun kedengerannya gampang, tapi ternyata nggak juga. Because sadly, humans are built with ego.
Pengennya ini-itu yang sempurna. Mau dicari ke ujung duniapun nggak akan pernah ketemu. Pushing all the good and nice guys away in order to find the perfect guy. But there's no such thing as perfect guy! Dan kalo kejadiannya gini terus, I will end up alone.
Kalo inget-inget hubungan yang kemarin-kemarin, baru sadar ternyata I gave up most of my relationship. At some point I stopped trying. Dan itu nggak boleh.
Because once again, relationship is the work of two people.

Friday, September 5, 2014

Turning 22

I'm 22 years and 3 days old today.
Yang spesial dari ulang tahun kali ini? Banyak!
Alhamdulillah dapet surprise, ucapan, dan kado dari orang-orang tersayang. Mulai dari temen SMA sampe temen-temen kuliah yang ngga bisa disebutin satu-satu (cie). Makasih banyak semuanya!
Ulang tahun kemarin bikin aku sadar: I am so blessed.
I mean, what on earth have I done to deserve the love of all those people?
Sekali lagi pelajarannya adalah, jangan lupa untuk bersyukur.

Banyak hal yang harus diperbaiki seiring berkurangnya umur ini.
I'm not really a teenager anymore. People will expect me to be mature and act my age. Semakin tua juga semakin tambah tanggung jawabnya (hell my mom had me exactly when she was 22).
Banyak juga harapan yang tumbuh. Semoga di umur yang udah nggak masuk golongan dede dede gemes ini aku bisa semakin bijak dalam ngejalanin hidup. Semoga ibadahnya bisa nambah dan nggak malu-maluin di depan Allah. Semoga selalu bisa memilih mana yang baik mana yang engga, mana yang bener mana yang engga. Semoga lancar urusan kuliahnya, secara sekarang udah masuk tahun terakhir kuliah, udah ada tugas akhir yang harus dipikirin. Insya Allah di ulang tahun tahun depan udah jadi sarjana teknik, amin.
Dan semoga...cepet ketemu sama jodoh.

Ehm.
Buat yang terakhir, percaya atau enggak, banyak banget yang kemarin doain buat cepet nikah.
Nggak heran sih... I've always been clear about what I want: young marriage. And all of my friends know that.
Dan kalo ngeliat rencana hidup yang udah pernah dibikin sih, pengennya 1-2 tahun lagi.
Itu mah bakalan nggak kerasa banget tau-taunya udah di depan mata aja. Jadi, harapan berikutnya adalah semoga bisa makin memantaskan diri ya. Yang selalu keinget, dating advice paling ampuh dari semua dating advice yang ada di dunia ini: perempuan yang baik akan bersama laki-laki yang baik. And that means I need a lot of self improvement. Bismillah aja ya..
I'll write more about this young marriage thing, so you might wanna check my blog later. (ini juga kalo nggak males dan nggak lupa sih, hehe)

Anyway, inti dari yang aku tulis adalah: semoga bisa jadi pribadi yang lebih baik segalanya, amin. (cliche, I know)

Okay then, catch you guys later, xx

PS: untuk yang sudah jadi bagian dari ulang tahun ke-22 ini, terima kasih banyak :)

Friday, August 1, 2014

Kata Mereka Aku Jago Kandang

Beraniku cuma di sini katanya. Cuma di barisan kata-kata yang membosankan ini. Cuma di situs gratisan yang tak ku tahu asal usulnya. Mungkin memang benar kata mereka... Rasanya aman sekali di sini. Tak ada yang protes dan tak ada orang-orang usil menyebalkan yang tak berhenti bertanya. Aku pun tak perlu berhutang penjelasan pada siapa-siapa selain diriku sendiri atas kebenaran kata-kataku.
Karena di sini ku tak perlu hiraukan reaksi orang. Karena di sini ku bisa abaikan rasa takutku akan percakapan langsung yang panjang. Karena di sini aku tak harus mengumpulkan keberanian hanya untuk membawa pulang kekecewaan. Karena di sini, aku adalah aku.
Mungkin benar adanya aku memang si jago kandang.

Sunday, March 9, 2014

Aku dan Kamu, Si Lancang dan Si Curang

Halo, namaku si Lancang. Aneh ya? Tapi tak apa, memang ini kenyataannya.
Aku si lancang yang mengagumimu sesuka hatiku. Aku si lancang yang memikirkanmu tanpa henti, kadang membawamu dalam mimpi. Aku si lancang yang ingin memilikimu sendiri, tak akan pernah rela ku bagi!
Wah, kalau begitu mungkin namaku bisa jadi si Kikir ya?

Ini semua tentang kamu. Tentang kamu, Curang.
Kamu si curang yang membuatku mengagumimu tanpa kamu mengatakan apa-apa padaku. Kamu si curang yang bisa datang dan pergi kapanpun kamu suka. Kamu curang, curang sekali membuatku menginginkanmu sampai kepalaku pusing sendiri.
Ugh, aku benci kamu, aku benci kamu, Curang. Aku benci kamu yang curang telah membuatku tergila-gila padamu seperti ini. Benci benci benci.

Kamu curang telah membiarkan diriku lancang, atau aku lancang telah menjadikanmu si curang?
Ah, aku tak mengerti tentang apa yang barusan aku katakan.
Hei, kalau begini aku jadi Si Bingung dong?

Tuesday, February 4, 2014

Hanya Isyarat

"Kepalanya menoleh ke arahku, matanya menatap mataku. Cepat aku menatap bulan yang lebih mudah dihadapi."

— Dee, Hanya Isyarat

Wednesday, January 1, 2014

Ke Depan dan ke Belakang

Hi! Been too long since I write here, I just don't have the time...and the will. Deleted most of the posts, hopefully I will be able to write more in the future.

This is a typical new year post filled with things that happened last year, some with gratitude, some with regret.

Okay, here we go.

1 Januari 2014
Yang selalu terucap di setiap pergantian tahun adalah: time flies so fast. And damn, it's true! Banyak hal terjadi di tahun 2013 kemarin, biasanya diiringi dengan penyesalan-penyesalan yang terlambat. Ya, banyak dosa yang aku harap ga pernah aku lakuin, things I shouldn't have said, things I shouldn't have done. Ngga kerasa di tahun ini udah banyak menyakiti hati orang, menyalahi aturan-aturan yang aku buat sendiri. Mungkin ini bakal jadi penyesalan yang membebani, tapi semoga ini ngga jadi halangan buat aku ke depan. Karena sekarang waktunya membayar penyesalan-penyesalan itu dengan menuju ke arah yang lebih baik. Jadi, resolusi tahun 2014 nya itu aja kali ya...semoga bisa jadi pribadi yang lebih baik.

Selain penyesalan, banyak hal baik juga yang terjadi setahun ke belakang kemarin. Alhamdulillah bisa berkesempatan untuk belajar lagi di himpunan, dikelilingi orang-orang yang luar biasa. Masih bisa juga kumpul sama si kampret-kampret yang ngga kerasa udah 4 tahun sahabatan. Alhamdulillah ngerasain juga rasanya IP naik...sekarang gimana caranya mempertahankannya yang susah (lihat 1 semester ke belakang, lalu pingsan). Dan yang paling manis dari kenangan 2013 adalah aku ngerasa bisa lihat dunia dari kacamata yang berbeda. Selama ini cuma lihat banyak orang yang lebih bahagia daripada aku, bikin iri dengki. Tanpa sadar, yang lebih sedih juga banyak. Kejadian akhir-akhir ini bikin aku berpikir banyak tentang hidupku, dan caraku menjalaninya selama ini. Dan dari situlah, juga dari temen-temen baikku aku jadi sadar: always be grateful for what you have. Bersyukur...jangan lupa bersyukur... Semoga bisa istiqomah untuk terus bersyukur...

By the way...I broke up, again. Apa yang udah aku jalani kurang lebih 1 tahunan ini harus diakhiri. I never wanted any of this to happen, but sometimes we just have to accept the fact that we can't always get what we want. Mungkin suatu saat kita bisa memulai lagi apa yang sudah kita akhiri, mungkin juga engga. Who knows? Sekarang aku cuma bisa berdoa, semoga aku dan kamu bahagia, namun kali ini harus sendiri-sendiri.
Someone wise said: pencarianku belum waktunya berakhir. I just have to believe. And that's what I'm trying to do.

Baiklah, semoga tahun ini bisa jadi tahun yang lebih baik daripada kemarin. Tahun ini SE Veresis, kerja praktek, paruh kedua kepengurusan HMTI 13/14, dan mulai masuk ke tahun ke-4 kuliah. Semoga semua dilancarkan, amin.
Dan sekali lagi, semoga aku bisa jadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita semua bisa jadi lebih baik.

Selamat tahun baru ya semuanya!