Tuesday, January 17, 2012

Lagumu

Siang itu terik sekali. Ditambah suasana hari Minggu di Orchard Road yang hiruk pikuk, beberapa orang menenteng kantong-kantong kertas bertuliskan PRADA, GUCCI, HERMES dengan wajah puas, dan orang lain keluar masuk berpindah dari satu mall ke mall yang lain, berburu sale.
Aku baru saja kembali dari Ducktour, sudah setengah hari berjalan dari toko ke toko, mall ke mall, MRT ke MRT, satu dengan yang lainnya, sampai rasanya aku tidak bisa merasakan kakiku sendiri. Lalu aku duduk di pelataran salah satu mall, di belakang photo booth promosi sabun pembersih wajah pria yang entah aku lupa merknya, 2 orang model tersenyum ramah ke setiap pejalan kaki yang lewat, membuatku heran bagaimana mereka masih bisa tersenyum ketika panasnya luar biasa begitu...
Di photo booth itu ada 2 buah sound system berukuran sedang yang memainkan lagu-lagu yang beberapa aku kenal, lumayan menghibur aku yang sudah lelah dan kehilangan mood berbelanja. Sampai pada akhirnya, mereka memainkan lagumu.



Sudah jauh-jauh aku meninggalkan rumah. Bermil-mil aku pergi, untuk sejenak melupakan hal-hal yang yang tidak bisa aku abaikan jika aku di sini. Namun kamu tetap mengikutiku.
Kamu egois sekali.
Bisa tidak, kamu bersembunyi dulu, sebentar saja?
Tapi, jangan jauh-jauh, nanti kamu lupa jalan pulang. Berjalanlah di belakangku, supaya aku bisa menengok sekali-kali.

Dan tolong, berhenti menyanyikan lagu itu. Aku tahu itu lagumu, tapi ini salahmu juga sampai aku merasa itu juga laguku.
Atau paling tidak, pelankan suaramu sedikit. Karena bagaimanapun juga, aku suka suaramu.

1 comments:

sabherdi said...

buaguuus mba kik hehe