Tuesday, November 2, 2010

Lebih Mudahkah?

Mungkin akan lebih mudah buatku jika aku tak harus melihatnya setiap saat menunjukkan batang hidungnya di hadapanku, menari-nari di timeline twitterku, melambai padaku dari kejauhan lewat status-status messengernya yang, aku tak tahu bagaimana aku bisa seyakin ini, namun menurutku, pada suatu titik, itu semua dibuat dengan sedikit intensi untuk menyakitiku.
Namun, benarkah? Benarkah hidupku akan lebih mudah? Benarkah hidupku bisa lebih mudah tanpa bayangannya, mengingat hanya itu yang tersisa untukku saat ini? Benarkah hidupku bisa lebih mudah tanpa rasa sakit, yang diam-diam, aku nikmati ini? Benarkah bisa?

No comments:

Post a Comment