Friday, May 7, 2010

Bukan, bukan itu. Bukan yang itu juga. Bukan!

Sering orang bertanya, beberapa dari mereka serius, tak sedikit yang hanya sambil lalu. Pertanyaan mereka tetap sama, “Apa sih yang kamu lihat dari dia?”
Err… apa ya?
Aku mengagumimu tanpa alasan. Bukan karena bulu mata lentikmu yang bergerak seiring pergerakan kedua bola matamu yang bulat dan luluh lantakkan setiap kataku.
Aku mengagumimu tanpa alasan. Bukan karena kekar ototmu yang muncul di balik seragam tanpa lengan yang kau gunakan tiap Selasa-Rabu itu, bukan.
Aku mengagumimu tanpa alasan. Bukan karena garis wajahmu yang tampan meski kini terlihat sangat lelah. Apalagi itu, jelas bukan!
Aku mengagumimu tanpa alasan. Bukan karena kamu menunjukkan bentuk lain dari kata ‘cinta’ seperti di lirik-lirik lagu yang sampai bosan ku dengar.
Aku mengagumimu tanpa alasan. Bukan karena kamu adalah sosok kopi dari ayahku. Wujud lebih muda darinya.
Aku mengagumimu tanpa alasan. Bahkan bukan karena kamu adalah kamu!
Karena aku akan tetap mengagumimu, meski matamu tak lagi pancarkan sinarnya, meski otot kekarmu tergantikan oleh tubuhmu yang semakin menipis dimakan usia, meski kamu mulai menyanyikan lagu-lagu lama yang dangdut menye setengah mati itu! Meski kamu tak lagi seperti ayahku yang selama ini ku kenal. Meski segalanya tentangmu sudah menjadi kamu yang lain.
Aku mengagumimu.
Dan urusanku selesai sampai di situ.
Titik.

No comments:

Post a Comment