Friday, April 30, 2010

Sang Sutradara Egois

Beberapa kru menggerutu, menuntut sang sutradara untuk mengganti tokoh utama. Kecewa, kata mereka.
Tapi sang sutradara tetap saja ngotot dengan pilihannya. Ia masih mempertahankan aktor utama yang dicaci-caci kru nya itu.
Sutradara, yang sekaligus si penulis naskah, bersikeras bahwa aktor itulah yang harus memerankan tokoh dalam film nya ini.
Padahal film ini sudah dikerjakan lebih dari 2 tahun, dan belum selesai juga. Pada tahun pertama, si aktor memang menjalankan tugasnya dengan baik. Namun lama-kelamaan ia menjadi tidak disiplin. Ia sering datang terlambat ke lokasi, tak jarang datang dengan ogah-ogahan. Ia juga sudah tak secemerlang dulu.
Terang saja para kru protes, mereka pasti lelah sekali. Harus mengulang scene-scene yang seharusnya tidak perlu diulang.
Tapi sang sutradara tetap gigih, tetap indifferent.
“Ia adalah tokoh utama dalam setiap naskahku, bintang dalam setiap filmku. Ya, harus. Aku memaksa,”
katanya.

No comments:

Post a Comment